Bangkinang Kota - Pemerintah Kabupaten Kampar tengah mempersiapkan peluncuran gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kampar. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr Ardi Mardiansyah, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kampar, Bangkinang Kota, Selasa (3/3/2026).
Rapat ini digelar sebagai langkah awal untuk memastikan pelaksanaan launching gerakan zakat, infak, dan sedekah dapat berjalan maksimal serta mampu menghimpun potensi zakat masyarakat Kampar secara lebih terorganisir.
Turut hadir dalam rapat tersebut Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Tengku Said Hidayat, Kepala Dinas Kominfo Lukmansyah Badoe, Ketua Baznas Kabupaten Kampar Purwadi, perwakilan kepala OPD, Kepala Bagian Kesra Jalal Syauti, Plt Kepala Bagian Ekonomi Purwoko, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Yorin Efendi.
Dalam arahannya, Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah menegaskan bahwa gerakan zakat, infak, dan sedekah yang akan diluncurkan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan upaya strategis untuk memperkuat kepedulian sosial serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, Baznas memiliki peran penting dalam mengelola dana umat agar dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kurang mampu.
"Gerakan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial di Kabupaten Kampar. Kita ingin zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Ardi dalam rapat tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa Kabupaten Kampar memiliki potensi zakat yang cukup besar karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam dan memiliki budaya kuat dalam berzakat serta bersedekah.
Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya tergarap secara optimal. Karena itu, melalui gerakan ini pemerintah daerah bersama Baznas berupaya mengonsolidasikan potensi zakat agar dapat dikelola secara lebih profesional, transparan, dan terukur.
Ardi berharap dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun nantinya tidak hanya menjadi bantuan sosial jangka pendek, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat.
Di akhir rapat, Ardi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam gerakan tersebut, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, masyarakat umum hingga perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar.
"Launching ini bukanlah akhir, tetapi menjadi awal dari gerakan besar untuk membangun sistem pengelolaan zakat yang modern, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Kampar," tutupnya.(ADV)
#Kampar