Cek Langsung ke Sekolah, Plt Kadisdikpora Kampar Fokus Kesiapan ASN 2026

Cek Langsung ke Sekolah, Plt Kadisdikpora Kampar Fokus Kesiapan ASN 2026

KAMPAR - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, Helmi, melakukan pengecekan langsung ke sekolah guna memastikan kesiapan pelaksanaan Asesmen Skala Nasional (ASN) tahun 2026.

Monitoring tersebut dilakukan di UPT SDN 001 Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Rabu (22/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah Disdikpora Kampar dalam memastikan seluruh satuan pendidikan siap menghadapi asesmen yang menjadi tolok ukur mutu pendidikan nasional.

Dalam peninjauan itu, Helmi bersama jajaran melihat secara langsung kesiapan sekolah, mulai dari kondisi peserta didik, kesiapan tenaga pendidik, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan ASN.

“Cek langsung ke sekolah ini penting untuk memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik. ASN bukan sekadar evaluasi, tapi juga menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Helmi di sela kegiatan.

Selain fokus pada kesiapan ASN, Helmi juga meninjau kondisi fisik bangunan sekolah. Dari hasil pantauan, masih terdapat sejumlah ruang belajar yang kondisinya kurang layak dan membutuhkan perhatian serius.

Menurut dia, kondisi infrastruktur yang kurang memadai dapat berdampak pada kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar. Karena itu, temuan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi bagi Disdikpora Kampar untuk menyusun langkah perbaikan ke depan.

“Kita ingin memastikan anak-anak belajar di lingkungan yang aman dan nyaman. Ini menjadi perhatian kita bersama dan akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Helmi untuk berdialog langsung dengan para guru dan pihak sekolah. Dalam diskusi itu, berbagai persoalan pendidikan di tingkat sekolah disampaikan, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran.

Para guru menyambut baik kehadiran Plt Kadisdikpora yang dinilai membuka ruang komunikasi lebih terbuka antara pemerintah daerah dan tenaga pendidik.

“Jarang ada pimpinan yang turun langsung seperti ini. Kami merasa aspirasi kami bisa disampaikan secara langsung,” ujar salah seorang guru.

Helmi menegaskan, kegiatan monitoring ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran, baik dalam peningkatan mutu pendidikan maupun perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

Ia berharap, melalui langkah ini, kualitas pendidikan di Kabupaten Kampar dapat terus meningkat dan merata, termasuk di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas.(***)

#Kampar